Penginapan dekat Malioboro

Klik peta untuk memperbesar
Berlibur ke Jogja dan butuh penginapan dekat Malioboro? anda sudah berada di tempat yang tepat. miniMILI Homestay Jogja memberikan anda pilihan yang tepat dan layak anda pertimbangkan. Terletak di Jalan Bantul KM1, Kp.Dukuh, Mantrijeron  kota Yogyakarta. Cuma 7 menitan ke Malioboro, Alun-alun, dan Keraton Yogyakarta jadi anda tidak perlu tinggal di tempat yang jauh dan bisa berkumpul di 1 rumah homestay jogja bersama keluarga.
Dengan biaya menginap yang terjangkau, mulai 450ribu per malam anda bisa menghemat banyak dan tentunya mendapatkan penginapan yang sangat strategis di tengah kota, dekat kemana-mana dan tidak repot. Mau ke gudeg wijilan dekat, mau ke pusat kuliner di jalan parangtritis juga dekat. Pokoknya menyenangkan, karena Jogja memang Istimewa! :) Selamat berlibur..
Klik disini untuk melihat fasilitas guest house kami

Penginapan murah di Jogja


Yogyakarta, terkenal dengan hotel murah di Jogja,penginapan murah di Jogja yang memang memiliki harga yang relatif terjangkau dibanding kota lain memang sudah terkenal.miniMILI homestay Yogyakarta adalah salah satunya. Dengan konsep rumah minimalis yang siap menampung maksimal 8-10 orang, maka homestay ini sangat menyenangkan untuk berkumpul bersama keluarga dan kolega, tentunya homestay murah di jogja dekat malioboro ini dapat menjadi pilihan yang tepat ketika anda berkunjung ke Jogja. Terletak di pusat kota, hanya 7 menit ke malioboro, keraton, alun-alun dan berbagai pusat kuliner, miniMILI homestay adalah pilihan penginapan murah di Jogja yang patut anda pertimbagkan.
Ketika anda di Jogja, anda akan berwisata full day ya kan? penginapan hanya akan dijadikan tempat melepas lelah dan menaruh barang-barang bawaan anda, jadi sebenarnya anda juga tidak akan terlalu menikmati tempat anda menginap, begitu pengamatan kami. Jadi kesimpulannya,
lebih baik penginapan anda berada di pusat kota yang dekat kemana saja, karena ini akan memudahkan perjalanan wisata anda selama di Jogja.
miniMILI Homestay, terdiri dari 2 kamar (1 AC + 1 Fan), ruang makan, sofabed + TV, Free extrabed, dan tidak lupa tempat parkir mobil. Dengan 450ribu per malam dan bisa muat sampai 8-10 orang, kami rasa penginapan di Jogja seperti miniMILI harus menjadi bahan pertimbangan anda. Terletak di jalan bantul km1, mantrijeron, kota Yogyakarta, homestay murah kami ini akan menjadi tempat menginap keluarga, teman dan kolega yang cocok selama liburan anda berwisata di Jogja.
Hubungi kami di 0274 942 5502 untuk booking, salam wisata dari penginapan murah di jogja dekat malioboro :)

Homestay di Yogyakarta yang nyaman

Homestay di Yogyakarta yang nyaman dan terjangkau. Minimili, Homestay di Jogja Homestay Yogyakarta hanya 5 menit ke keraton, malioboro, taman sari, pasar beringharjo, mirota malioboro, alun-alun kidul. Yogyakarta memang istimewa, dari tempat yang serba tradisional atau super modern semua ada di Jogja.Tidak pernah cukup menikmati Jogja hanya dengan waktu yang singkat, Jogja memiliki segalanya, dari wisata jelajah alam tubing menyusuri gua di gunung pindul sampai naik jip di merapi. Belanja tidak pernah berakhir di Malioboro, lesehan di malam hari, dari yang pedas sampai yang berbumbu. Jogja Istimewa!

Minimili Homestay adalah daftar guest house di Yogyakarta yang sangat dekat kemana-mana, berada di tengah kota di jalan Wirobrajan, sekitar 3km dari Alun-alun kidul. Harga yang sangat terjangkau kami sajikan untuk anda. Tempat yang nyaman, dilengkapi 1 kamar AC dan 1 kamar non AC dan seluruh perangkat yang bisa digunakan oleh anda seperti di rumah sendiri :)

Tarif harian kami, hanya 450rb/malam senin - kamis dan 500rb/malam jumat - minggu anda sudah bisa dapatkan suasana rumah yang nyaman dekat dengan pusat kota. Dilengkapi tempat parkir untuk mobil anda.

Mau booking dulu? itu lebih baik silahkan hubungi kami disini 

Wisata kuliner Jogja

Guest house murah di Jogja - Sarapan, makan siang, minum kopi di sore hari, sampai makan malam. Masing-masing jam makan bisa memunculkan aneka kuliner khas Yogyakarta. Ya, walau disebut sebagai Kota Gudeng, kuliner Yogyakarta lebih dari sekadar “gudeg”.

Tentu saja, mampir ke Yogyakarta tetap tak lengkap jika belum mencicipi gudeg. Bagi pelancong sejati Yogyakarta, pasti memiliki kuliner favorit yang akan selalu dicari setiap menginjakan kaki di Yogyakarta.

Ada pula beberapa kuliner yang selalu menjadi incaran para wisatawan. Beberapa kuliner tersebut begitu “ngangeni” alias membuat rindu bagi orang yang sudah pernah memakannya. Berikut beberapa makanan Yogyakarta yang “ngangeni” versi Kompas.com.

Kipo. Kipo adalah jajanan khas Kotagede. Bentuknya kecil dan dibungkus daun pisang. Kulit kipo warna hijau dengan isian gula jawa. Bungkusan daun pisang berisi adonan yang sudah diberi gula jawa kemudian dipanggang di atas cobek.

Harum pandan dan kenyal kulit dari tepung ketan yang gurih bercampur dengan manisnya gula jawa. Salah satu tempat legendaris yang menjual kipo adalah kios Bu Djito di Jalan Mondorakan Nomor 27, Kotagede, yang sudah berjualan sejak 1946. Penginapan murah di Jogja dekat malioboro.

Sego Pecel. Sego berarti nasi, pecel sudah pasti sayuran dengan bumbu kacang. Masakan sederhana ini selalu mampu membuat penikmatnya rindu untuk menyantapnya kembali. Kuncinya memang di bumbu kacang.

Nah, SGPC Bu Wiryo bisa menjadi salah satu tempat makan untuk menikmati sego pecel. Lokasinya masih berada di kompleks Universitas Gajah Mada (UGM) dan sudah ada sejak tahun 1959. Tak heran, ini menjadi tempat makan nostalgia bagi kalangan alumni UGM.

Sego pecel ala Bu Wiryo tak jauh beda dengan nasi pecel lainnya, yaitu berisikan kacang panjang, bayam, dan tauge. Tentu saja tak lupa bumbu kacang gurih dengan sedikit rasa pedas, disiram di atas sayuran. Anda bisa tambahkan lauk lainnya untuk menyantap nasi pecel, ada tempe dan tahu bacem, ataupun sekedar telur goreng.

Gudeg. Mendengar kata “gudeg” saja sudah mampu menerbitkan air liur. Rasanya yang legit dengan paduan gurih dari santan. Nangka muda dimasak dengan santan selama berjam-jam hingga kental dan berubah warna.

Salah satu penjual gudeg yang tenar adalah Gudeg Yu Djum. Sampai-sampai, jika tak sempat makan, gudeg pun dibungkus untuk dijadikan oleh-oleh. Gudeg Yu Djum sering dibeli untuk dibawa pulang ke kota asal. Biasanya bisa awet jika dibungkus dengan kendil atau kendi tanah liat.

Gudeg kering khas Yu Djum ini berisikan telor bebek, ayam kampun, dan sambal krecek. Saking larisnya, siang hari seringkali gudeg di tempat ini sudah habis. Gudeg Yu Djum sudah berusia lebih dari 30 tahun dan terus berjualan di Jalan Wijilan.

Sate Klathak. Pertama kali menikmati sate klathak, tak perlu kaget dengan tampilan tusuk satainya yang tampak menyeramkan itu. Ya, jeruji sepeda yang terbuat dari besi digunakan sebagai tusuk sate. Sate Klathak bisa ditemukan di daerah Bantul.

Daging yang dipakai biasanya daging kambing muda yang sudah dibumbui dengan garam dan sedikit merica, tanpa tambahan kecap dan bumbu lainnya. Begitu sederhana namun malah mengeluarkan kesegaran rasa asli dari daging kambing.

Nama “klathak” sendiri berasal dari bunyi yang keluar saat daging dibakar di tungku bara api. Di Jalan Imogiri Timur dan Pasar Jejeran terdapat banyak penjual Sate Klathak. Namun salah satu yang tenar adalah Sate Klathak Pak Bari yang berada di Pojok Kidul Pasar Jejeran, Wonokromo, Bantul.

Kopi Jos. Ketenaran Kopi Jos ini sudah tak terkatakan lagi. Bisa dipastikan setiap pelancong yang ke Yogyakarta, mampir ke sebuah angkringan jadul di Jalan Mangkubumi, dekat pintu keluar Stasiun Tugu.

Angkringan Lek Man, demikian biasa disebut. Angkringan itu sudah ada sejak tahun 1950-an. Kopi Jos hanyalah kopi hitam pekat. Hal yang membuatnya istimewa adalah arang yang membara dimasukan ke dalam kopi.

Sambil menikmati kopi jos, jangan lupa menyantap sego kucing alias nasi dalam porsi kecil lengkap dengan sedikit lauk seperti ikan teri. Tambahkan aneka gorengan dan sate. sumber :  KOMPAS.com

MINIMILI Hospitality Network